Kentut Si Sigung




Persahabatan antara Janggitan, Lingsang dan Garangan sudah terjalin sejak lama. Mereka bertiga tampak akrab karena memiliki kegemaran hampir serupa. Sama-sama suka makan udang. Mereka berkelompok mencari udang di ngarai atau di muara. Terkadang, ketika sifat usil mereka muncul, meraka mencuri udang petani tambak. 

Suatu hari datanglah Sigung. Sigung menawarkan diri bergabung dengan geng Janggitan. Kata Sigung, ia lelah berburu udang sendirian. Janggitan, Lingsan dan Garangan berbisik sejenak. Mereka sebenarnya sudah nyaman bertiga, hingga hasil diskusi mereka diputuskan: 'Oke, kamu boleh gabung tapi harus tunduk pada kesepakatan bersama. Tidak boleh pelit dan saling menghargai.'

Sigung mengangguk tanda setuju. Kini mereka berempat berburu bersama. Mencari udang di kali Silugonggo. Dapat satu dibagi empat, dapat delapan dibagi empat. Dan begitu seterusnya. 

Seiring waktu berjalan, kelompok ini seperti tidak kompak. 'Jang, ini gimana, masak tiap bareng, Sigung kentut sembarangan? Kalau sekali dua kali wajar. Ini setiap menit dia buang angin.' kata Lingsang pada Janggitan. 'Iya, aku juga terus terang terganggu. Tapi mesti gimana? Ia sudah kita Terima menjadi teman kita’ jawab Janggitan. 

'Gini aja, nanti kalau kita berangkat bareng aku coba menegur Sigung.' Kata Garangan. Kini mereka berempat bertemu. Sesuai janji, Garangan mencoba menasehati Sigung. ’Gung, bisa gak ya kalau kentut jangan sembarangan. Ya, minimal menjauhlah kalau kamu mau kentut. Lama-lama kami menderita bau kentutmu’. 

Sigung agak marah ’Masak angin saja jadi masalah. Kentut itu kan sifat alami semua makhluk. Kalau tidak kentut, bisa mati’.

'Iya, itu betul. Kami tidak melarang kentutmu. Tapi setidaknya kalau kentut pergilah sejenak dari kami’ protes Janggitan. 

Jawab Sigung, ’kalian tidak boleh gitu, kalau aku mau kentut ya kentut. Tidak boleh ada siapapun yang menghalangi'. 

Janggitan, Lingsang dan Garangan hanya bisa menghela nafas. Mereka tidak bisa mengubah watak Sigung yang maunya menang sendiri. 

Esok harinya, mereka berempat mencari udang lagi. Tapi kali ini, mereka mau mencuri udang yang dijaga Pak Radan. Ketika mereka sedang mengangkat bumbung udang. Sigung kentut lagi. Hingga Pak Radan yang sedang tertidur terbangun lalu mengejar mereka. 

Mereka lolos. 

Namun, kali ini Janggitan benar-benar hilang rasa sabar. Ia memarahi Sigung yang hampir mencelakai mereka berempat. Akan tetapi, Sigung tetap merasa tidak bersalah. Ia cuek saja saat dimarahi temannya. 

Di hari yang lain, mereka berempat mencari udang lagi. Mereka mencari di tempat lain yang jauh dari tambak Pak Radan. Tiba-tiba terdengar suara tuuuuutttt. Seketika mereka berempat berpandangan. Kali ini Sigung marah-marah. 'Siapa yang kentut? Huh tidak sopan! Bau lagi!’ 

Garangan mengacungkan jari. 'Aku yang kentut. Maaf tidak tahan. Tapi kok kamu marah Gung? Waktu kamu yang kentut kamu santai. Giliran orang lain kentut kok kamu tidak terima? Marah-marah lagi. ’

'Ya nggak bisa. Kalau aku yang kentut gak apa-apa. Tapi kalau kamu dan yang lain gak boleh. Hanya aku yang boleh kentut’. Teriak Sigung. 

Janggitan, Lingsang dan Garangan secara bersamaan: ’lho lho lho. Kamu kok gitu. Itu namanya egois.’

Kalau kamu begitu berarti kamu bukan bagian dari geng kami. Sebab kamu melanggar kesepakatan. Kamu tidak menghargai, maunya menang sendiri. 

Kini, sigung ditinggal ketiga temannya. Ia hidup sendiri lagi sekarang. Mereka bertiga tidak mau berteman dengan binatang yang hanya mementingkan diri sendiri. 

Begitulah. Sifat buruk itu merugikan semua orang. Termasuk diri kita sendiri. Ingatlah jika orang lain melakukan hal yang sama dengan kita tetapi kita tidak suka, berarti tindakan kita itu tidak disukai pula oleh orang lain. Orang yang suka kentut sembarangan ternyata tidak suka kalau ada orang yang kentut. Maling, meskipun jelas maling ini merugikan orang lain, maling akan marah kalau ada orang yang mencuri hartanya. 





Komentar

Nur Wasis mengatakan…
persahabatan harus saling pengertian, menghargai, menghormati dan memahami antar teman.
Anggun Sty Fany mengatakan…
Cerita ini menggambarkan pentingnya kepercayaan dan kejujuran dalam persahabatan. Sigung bergabung dengan kelompok harus mematuhi kesepakatan bersama. Namun, konflik muncul ketika kepercayaan tersebut dilanggar.
azzura kania mengatakan…
Cerita tersebut mengajarkan bahwa dalam hubungan sosial, saling menghargai dan memahami perasaan orang lain sangat penting. Sikap egois dan tidak menghargai kesepakatan bersama bisa merusak hubungan persahabatan.
Anonim mengatakan…
Tema persahabatan yang diangkat dalam cerita ini sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari. Pesan moral tentang pentingnya menjaga keseimbangan dalam hubungan sosial disampaikan dengan sangat efektif.
Anonim mengatakan…
Andra eka p mengatakan…
Cerita tersebut mengajarkan bahwa dalam hubungan sosial, saling menghargai dan memahami perasaan orang lain sangat penting. Sikap egois dan tidak menghargai kesepakatan bersama bisa merusak hubungan persahabatan.
Selasa, 07 Januari, 2025
Arfandhika XI-8 mengatakan…
Pentingnya saling pengertian, menghargai, menghormati dan memahami antar teman.
Cerita ini mengajarkan bahwa sifat egois dan tidak mau mendengarkan masukan dari orang lain dapat membuat seseorang kehilangan teman-temannya.

Gestefano Adrian Putra Wijaya mengatakan…
Cerita tersebut mengajarkan bahwa dalam hubungan sosial, saling menghargai dan memahami perasaan orang lain sangat penting. Sikap egois dan tidak menghargai kesepakatan bersama bisa merusak hubungan persahabatan.
Selasa, 07 Januari, 2025
Dini Rahmawati XI-8 mengatakan…
dari cerita tersebut, kita diajarkan untuk tidak saling egois, tidak mementingkan perasaan sendiri dari pada orang lain, kita harus saling menghargai perasaan orang lain.
Arista Keysa Salsabila Maharani mengatakan…
Dalam persahabatan kita harus sadar akan arti saling menghargai dan tidak egois, serta kita harus sadar akan kesalahan yang kita lakukan bukan hanya menyalahkan teman kita sendiri. intinya kita harus mempunyai rasa menghormati dan menghargai
Fitri Azalia Nur Indah mengatakan…
Dari cerita tersebut dalam di simpulkan bahwa di dalam persahabatan harus saling menghargai dan tidak untuk saling egois karena dengan egois dapat menyebabkan persahabatan hancur
Rizma Azizah mengatakan…
Cerita berjudul "Kentut Si Sigung" memberi kita pelajaran bahwa kita harus bisa saling menghormati antar sesamaa..., meskipun bersahabat sebaiknya Sigung menyingkir jika ingin kentut agar tidak mengganggu sahabat yg lain, demikian juga dengan yang lain, jikalau tidak sempat menyingkir, sebaiknya meminta maaf agar yang lain bisa memaklumi dan memahami. Menjadi orang di dalam lingkungan sosial di bumi ini tidak boleh menjadi egois, harus saling menghormati dan menghargai antar sesama orang agar hidup terasa nyaman dan tidak mengganggu ketenangan orang lain. Sekiann...
cerita tersebut menceritakan bahwa di dalam persahabatan tidak boleh ada ke egoisan, mementingkan perasaan sendiri yang akhirnya membuat persahabatan menjadi hancur.
Revina aulya XI-9 mengatakan…
Cerita ini mengajarkan bahwa orang yang memiliki sifat egois dan tidak mau mendengarkan masukan dari orang lain dapat membuat kehilangan teman
Nauraaa mengatakan…
Pada cerita tersebut, kita diajarkan untuk sadar akan arti saling menghargai dan tidak egois, kita juga diajarkan untuk mengakui kesalahan yang kita perbuat
Kisah ini mengingatkan kita bahwa dalam persahabatan atau kerja sama, sikap saling menghargai dan mendengarkan satu sama lain sangatlah penting untuk menjaga hubungan yang baik.
Anonim mengatakan…
Menghargai perbedaan dan memahami batasan orang lain.
Menghindari perilaku egois dan mementingkan diri sendiri.
Membangun komunikasi efektif dalam hubungan.
Menghargai kesepakatan dan komitmen.
Marita mengatakan…
Cerita ini mengisahkan bahwa kita tidak boleh egois,dan penting untuk menjaga keharmonisan antara satu dengan yang lain.Cerita ini juga mengajarkan pentingnya jujur dalam persahabatan
Devi Noprensa Sandra mengatakan…
Dalam bersahabat janganlah berperilaku terhadap sesama dan harus saling menghargai satu sama lain
Anonim mengatakan…
dari cerita tersebut mengajarkan bahwa sifat egois dan tidak mau mendengarkan perkataan orang lain dapat membuat seseorang kehilangan teman
Anonim mengatakan…
Dalam bersahabat janganlah berperilaku egois terhadap sesama dan harus saling menghargai satu sama lain
Anonim mengatakan…
cerita persahabatan tersebut yang diangkat dalam cerita ini sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari. pesan moral tentang pentingnya menjaga keseimbangan dalam hubungan sosial disampaikan dengan sangat efektif.
Anonim mengatakan…
Cerita "Kentut Si Sigung" karya Nur Wasis ini mengisahkan tentang persahabatan empat binatang: Janggitan, Lingsang, Garangan, dan Sigung. Persahabatan mereka awalnya harmonis, dengan kegemaran bersama berburu udang. Namun, perilaku Sigung yang sering kentut sembarangan dan sikapnya yang egois menjadi sumber perpecahan. Ketiga temannya sudah berusaha menasihati Sigung agar lebih menghormati mereka, tetapi Sigung tetap keras kepala dan hanya memikirkan dirinya sendiri.

Puncak konflik terjadi ketika Sigung marah pada Garangan yang kentut, padahal ia sendiri sering melakukannya tanpa memedulikan orang lain. Hal ini menunjukkan sifat Sigung yang tidak adil dan mau menang sendiri. Akhirnya, Janggitan, Lingsang, dan Garangan memutuskan untuk meninggalkan Sigung karena ia melanggar kesepakatan untuk saling menghargai. Cerita ini memberikan pelajaran tentang pentingnya sikap saling menghormati dalam persahabatan dan konsekuensi dari sifat egois.

Anonim mengatakan…
Dalam bersahabat janganlah berperilaku egois terhadap sesama dan harus saling menghargai satu sama lain
Reihan Krisna Aditya mengatakan…
Teks tersebut adalah fabel yang mengandung pesan moral tentang pentingnya menghormati peraturan dalam kelompok dan menghindari sifat egois. Persahabatan Janggitan, Lingsang, dan Garangan menunjukkan bagaimana sebuah kelompok bisa bekerja sama dengan baik jika ada saling pengertian. Namun, kehadiran Sigung yang egois dan tidak menghormati kesepakatan akhirnya merusak keharmonisan kelompok tersebut.

Pesan utamanya adalah bahwa sikap egois dan mementingkan diri sendiri dapat merusak hubungan persahabatan atau kerja sama. Sigung tidak hanya mengabaikan keluhan teman-temannya, tetapi juga bersikap tidak adil dengan membuat aturan yang hanya menguntungkan dirinya. Akibatnya, ia kehilangan teman-temannya dan harus kembali hidup sendiri.

Blog ini mengajarkan bahwa sikap saling menghormati, pengertian, dan menahan diri dari perilaku egois sangat penting dalam membangun hubungan yang harmonis.

Vidya mengatakan…
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Anita mengatakan…
Dari cerita tersebut, kita diajarkan untuk saling menghargai ,dan tidak egois, kita juga diajarkan untuk mengakui kesalahan yang kita perbuat
Anonim mengatakan…
Nama : Luqman Naufal Majid
No absen : 16
Kelas : XI-11
Dari cerita tersebut kita dapat mempelajari bahwa di dalam persahabatan janganlah berperilaku egois terhadap sesama teman dan janganlah saling membeda-bedakan satu sama lain, serta yang paling penting adalah saling menghargai antara satu sama lain.
Anonim mengatakan…
Nama:muhammad aufa dzini de a
No: 23
Kelas: XI-11
Cerita ini mengajarkan bahwa sifat egois dan tidak menghargai orang lain dapat merusak hubungan. Sigung, yang kentut sembarangan dan tidak konsisten dalam sikapnya, akhirnya kehilangan teman-temannya. Pesannya, kita harus menghormati kesepakatan, bersikap adil, dan introspeksi diri.
Anonim mengatakan…
Nama: Marcella Adhiva Cernovita
Kelas:XI-11
Absen:18

Menurut saya jangan menjadi orang yang egois karna akibat dari egois adalah dapat kehilangan teman dan dijauhi teman
Marscha mengatakan…
Marscha Sonia Pramita (19)/Xl-11
Cerita ini mengajarkan kita untuk tidak egois atau menang sendiri, agar tidak dijauhi oleh teman
Vidya Grachia Dewi mengatakan…
dari cerita di atas, kesimpulan nya adalah jika kamu ingin memiliki bayak teman janganlah menjadi seseorang yang egois dan ingin menang sendiri.
Anonim mengatakan…
Nama: M. Alief El Fawwaz
Absen: 22
Kelas : XI-11
Cerita ini mengajarkan bahwa jangan lah bersikap egois kepada orang lain karena sifat egois yang berlebihan membawa dampak yang negatif dalam kehidupan kita sehari-hari.
Sinta mengatakan…
Dalam pertemanan perlunya sikap saling menghargai,pengertian kepada teman, dan jangan lah mendahulukan ego kita
Galang dan rama mengatakan…
Nama: Galang dwi cahyo
Absen: 17
Kelas : XI-7
Cerita ini mengajarkan bahwa jangan lah bersikap egois kepada orang lain karena sifat egois yang berlebihan membawa dampak yang negatif dalam kehidupan kita sehari-hari.
Chirul mengatakan…
Choirul Raka Sukardi/Xl-7/12

Dari cerita "Kentut Si Sigung" kita mendapatkan pesan moral bahwa dalam berteman kita tidak boleh egois atau mementingkan diri kita sendiri. Kita harus saling menghargai satu sama lain.
Anonim mengatakan…
Nama:Aria wardana kusuma
Absen:07
Kelas:Xl-7
pentingnya menghargai orang lain dalam hubungan sosial, sementara kisah lainnya seperti "Pukulan ke-101" memberikan pelajaran tentang ketekunan dan usaha yang konsisten.
Lathiful 'Abdi Muhammad mengatakan…
mengajarkan pentingnya menghargai orang lain dan introspeksi diri. Sikap egois, seperti Sigung, dapat merusak persahabatan. Jika kita tidak suka diperlakukan buruk, jangan lakukan hal yang sama pada orang lain. Egoisme hanya akan merugikan diri sendiri.

Anonim mengatakan…
Ugi Galih Praduta
35
XI-7

dari cerita di atas, kesimpulan nya adalah jika kamu ingin memiliki bayak teman janganlah menjadi seseorang yang egois dan ingin menang sendiri



Andromeda mengatakan…
Nama : Andromeda Bintang Perdana
No Abs : 5
Kelas : XI-7
Cerita ini mengisahkan persahabatan antara Janggitan, Lingsang, Garangan, dan Sigung, yang terbentuk karena kegemaran mereka mencari udang bersama. Awalnya, mereka hidup rukun dengan aturan saling menghargai. Namun, Sigung memiliki kebiasaan buruk kentut sembarangan yang mengganggu teman-temannya. Meski telah dinasihati, Sigung bersikeras dengan sifat egoisnya, bahkan menyalahkan orang lain yang kentut. Puncaknya, sikap Sigung yang selalu ingin menang sendiri membuat ketiga temannya memutuskan untuk meninggalkannya. Akhirnya, Sigung kembali hidup sendiri karena tidak menghargai persahabatan.
Anonim mengatakan…
Jangan menjadi egois, karena membawa dampak negatif
Anonim mengatakan…
Mantap aria
Anonim mengatakan…
Devina Rahtasya/XI-7/13

ketika bersosialisasi atau berada dalam suatu kelompok, jangan bersikap egois seolah paling menguasai. Dalam pertemanan tetap ada peraturan ntah peraturan tertulis maupun tidak tertulis, semua peraturan wajib dipatuhi termasuk saling menghargai dan menerima kritik
Anonim mengatakan…
Nama : Ilham putra hanafi
Kelas:XI-7
NO. :20
persahabatan harus saling pengertian, menghargai, menghormati dan memahami antar teman.
Adi mengatakan…
Nama : Prawira Adi Keitaro
No : 033
Kelas : XI-7
Dari cerita "Kentut Si Sigung" ini, pelajaran utamanya adalah tentang standar ganda dan sikap egois yang bisa merusak persahabatan. Sigung menuntut toleransi dari teman-temannya saat dia kentut sembarangan, tapi tidak bisa mentolerir hal yang sama ketika temannya melakukannya. Sikap tidak konsisten dan mau menang sendiri ini akhirnya membuatnya kehilangan teman-temannya. Cerita ini mengajarkan bahwa kita harus memperlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan.
Anonim mengatakan…
Nama:Nafisah Fika Silvya
Kelas:XI-7

kita tidak boleh menang sendiri sebaiknya menghargai satu sama lain tidak boleh egois
Anonim mengatakan…
Cerita ini menggambarkan pentingnya kesepakatan dan rasa saling menghargai dalam sebuah persahabatan. Janggitan, Lingsang, dan Garangan awalnya menerima Sigung untuk bergabung dengan mereka, namun Sigung menunjukkan sifat egois dan tidak menghargai teman-temannya, terutama terkait dengan kebiasaannya kentut sembarangan yang mengganggu. Meskipun Sigung merasa bahwa kentut adalah hal alami dan tidak masalah, teman-temannya merasa bahwa tindakan tersebut mengabaikan kenyamanan bersama.

ananda feby m.
xi-7
Muhammad Nabil Zamroni XI-7 absen 29 mengatakan…
Kelompok jnggitan mengajarkan kebersamaan seperti anak Pramuka 1 makan makan semua 1 tidak makan tidak makan semua dan mengajarkan bahwa sifat egois membawa dampak buruk dalam kehidupan sehari hari
Anonim mengatakan…
AzrilMuzaki satyadi XI-7/9

cerita ini menggambar kan untuk menghormati orang lain agar
terlihat sopan dan baik di masyarakat.
Anonim mengatakan…
Nama : Ferra Noviyan Agustin
Kelas : XI-11
No Absen : 10
Cerita ini menggambarkan tentang pentingnya kepercayaan dan kejujuran dalam persahabatan. dalam cerita ini jika berteman kita tidak boleh egois, kita juga harus sadar bahwa kita tidak boleh menyalahkan teman.
Jika egois maka bisa menyebabkan persahabatan bubar,
dan intinya kita Haru Saling menghormati dan saling menghargai.
Anonim mengatakan…
Nama: Marsyanda elma silfiana
Kelas: Xl-11/20
pesan moral saka cerita Kentut Sisigung yaiku pentingnya kejujuran, tidak mudah menyalahkan orang lain, menerima kenyataan dengan lapang dada, serta mengapresiasi hal-hal kecil dalam kehidupan. Cerita ini mengajarkan nilai-nilai sederhana namun mendalam yang relevan untuk kehidupan sehari-hari.
Anonim mengatakan…


riyan hariri
Cerita berjudul "Kentut Si Sigung" memberi kita pelajaran bahwa kita harus bisa saling menghormati antar sesamaa..., meskipun bersahabat sebaiknya Sigung menyingkir jika ingin kentut agar tidak mengganggu sahabat yg lain, demikian juga dengan yang lain, jikalau tidak sempat menyingkir, sebaiknya meminta maaf agar yang lain bisa memaklumi dan memahami.
Anonim mengatakan…
Nama : Maria Gamiela
Kelas : XI-7
Absen : 23
Cerita "Kentut Si Sigung" mengisahkan Sigung yang bergabung dengan kelompok Janggitan, Lingsang, dan Garangan. Kebiasaan Sigung kentut sembarangan mengganggu teman-temannya, tetapi ia menolak berubah. Puncaknya, saat Sigung hampir membuat mereka tertangkap saat mencuri udang, serta bersikap tidak adil ketika marah pada Garangan yang kentut. Akibat sifat egoisnya, Sigung ditinggalkan oleh teman-temannya. Pesan cerita ini adalah jangan egois dan perlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan.
Anonim mengatakan…
Bagas Danu Prasetya
10
Xl-7

Cerita ini menggambarkan pentingnya kepercayaan dan kejujuran dalam persahabatan. Sigung bergabung dengan kelompok harus mematuhi kesepakatan bersama. Namun, konflik muncul ketika kepercayaan tersebut dilanggar
Aurellia Nydia P. mengatakan…
Dari cerita "Kentut si Sigung" kita bisa mengambil pesan moralnya yaitu jangan mau menang sendiri dan tetap berpegang teguh pada kesepakatan yang sudah ber sama-sama kita sepakati. Seseorang harus mempunyai sifat yang mau menerima masukan dan jangan egois. Akibat dari keegoisan si Sigung akhirnya ia di tinggal kan oleh teman-temannya.
amelia kusma mengatakan…
blog ini menceritakan tentang 3 orang sahabat yang sudah berteman, tiba' ada seseorang yang mau ikut geng mereka dan mereka bertiga pun menyetujuinya tetapi orang tersebut harus mematuhi perjanjian didalam geng tersebut. awal nya baik' saja tetapi lama kelamaan orang baru tersebut bersikap egois dan mereka ber3 merasa terganggu dan menegur orang tersebut. tetapi orang tersebut tetap tidak merasa bersalah dan lama kelamaan 3 orang tersebut tdk merasa nyaman dan tdk mau berteman dng orang tersebut.
Anonim mengatakan…
Nama: fajar isnain Hafid risqy
Kelas:XI-7
No. :16
persahabatan harus saling pengertian, menghargai, menghormati dan memahami antar teman.
Hisyam Abid Washfanuha/19/Xl-7 mengatakan…
Cerita ini menggambar seoarang hewan yang tidak bisa menghargai dan egois sesama sahabatnya.
Pesan yang bisa kita dapatkan dari cerita tersebut bahwa kita jangan sesekali egois dan tidak menghargai sesama sahabat karena sifat tersebut, jika kalian dihargai maka hargailah temanmu jangan sampai telat, jika sudah telat waktunya maka rasakan karmanya dan kita sesama sahabat tidak boleh egois, egois bisa memutuskan tali silaturahmi.
Noval Endra Ardianto mengatakan…
Dalam berkelompok kita tidak boleh egois karena egois membawa hal buruk
Anonim mengatakan…
Nama : Meirina Isfalana Nazwa Eka Putri
Kelas: XI-11
No:21
Cerita dari si "kentut si sigung" dapat mengajarkan bahwa tidak boleh egois dalam persahabatan karena keegoisan membawa perselisihan atara sahabat ,kita juga menyepakati bahwa harus jujur dan tidak pelit untuk berbagi
feby mengatakan…
kalisa sintiasari (21/Xl-7)
Pada cerita tersebut, kita diajarkan untuk sadar akan arti saling menghargai dan tidak egois, kita juga diajarkan untuk mengakui kesalahan yang kita perbuat
Anonim mengatakan…
Nama : ardianto Nirwansah
No: 6
Kelas: X1-7
Cerita ini Ketidakpuasan ini menyebabkan konflik, dan akhirnya Sigung ditinggalkan oleh teman-temannya karena melanggar kesepakatan untuk saling menghargai.
Anonim mengatakan…
Nama:Irfan wahyu gunawan
Kls:X1-11
Absen:11
Cerita ini Ketidakpuasan ini menyebabkan konflik, dan akhirnya Sigung ditinggalkan oleh teman-temannya karena melanggar kesepakatan untuk saling menghargai.