Mencari yang Sempurna


Di atas bukit berbunga, ribuan kembang bergoyang menuruti arah angin. Kembang warna-warni seakan menari. Luwes meliuk-liuk dengan lembut. Pemandangan ini sungguh memanjakan semua mata yang melihat. Sementara itu, mentari semakin berbinar menujukan cahaya keemasan


Tidak jauh dari sana duduklah seekor Bekantan Tampan di salah satu dahan pohon Juwet. Dia merana, bagaimana monyet setampan dia belum mendapatkan kekasih. Bekantan tampan ini ingin memiliki istri yang sempurna, gemulai bagai bintang sinetron dan cantik laksana finalis miss Universe. 


Sudah dua belas kali purnama dia mendaki gunung tertinggi, menjelajahi rimba raya dan mengarungi danau serta ngarai. Namun jodoh yang dia dambakan tidak pernah dia dapatkan. 


Diantara bukit berbunga tinggalah Orang Utan bijaksana. Orang Utan menjalani laku hidup sebagai seorang Begawan. Begawan Orang Utan ini ahli semadi. Dia ini senang melakukan laku penuh dengan ketenangan. Setiap sore dia memusatkan hati dan pikiran untuk menyelami heningnya rimba raya. Sesekali dia memberi petuah pada binatang warga rimba yang membutuhkan nasehat. 


Suatu sore, kala angin terasa segar, Bekantan Tampan menuju tempat tinggal Bagawan Orang Utan. 'Selamat sore Begawan', sapa Bekantan Tampan. Begawan Orang Utan terjaga dari semadinya lalu membuka mata dengan pelan. Memandang Bekantan di hadapannya. Lalu Begawan mempersilahkan Bekantan Tampan duduk di hadapannya. 


Bekantan Tampan berucap dengan murung. 'Begini Begawan, apa yang kurang denganku ya? Masak sudah berumur begini belum juga dapat kekasih?' Keluh Bekantan Tampan. 'Mengapa pasangan begitu sulit aku dapatkan!?'


Begawan Orang Utan menggut-manggut sambil membelai bulunya sendiri. Lalu Begawan berkata sambil menujuk ke Bukit Berbunga. 'Bawakan aku setangkai bunga. Setangkai bunga apa saja yang menurutmu paling cantik. Menurutmu paling indah. Menurutmu paling sempurna. Namun dengan satu syarat, setiap kali kamu melangkah kamu tidak boleh balik lagi. Tidak boleh menengok ke belakang.' 


Baiklah Begawan. Bekantan Tampan menuju Bukit Berbunga. Di gundukan tanah dan bebatuan, terhampar ribuan bunga menarik hati. Mata Bekantan memandang sekitar mengamati bunga yang dia cari. Langkah demi langkah dia tapaki Bukit itu. 


Mata Bekantan tertuju pada Mawar. 'Mawar memang indah, wangi pula tapi sayang tangkainya berduri'. Lalu ia lepas mawar itu. Selanjutnya pandangan beralih kepada Anggrek. 'Sebaiknya anggrek saja. Anggrek memang cantik tapi sayang dia kurang wangi'. Berikutnya, perhatian beralih kepada melati. 'Kalau begitu melati saja. Melati memang wangi tapi dia mudah layu'. Bekantan frustasi. 'Aaahhh petik yang mana ini?'


'Mungkin diujung sana ada yang lebih sempurna. Benar ada bunga merah besar. Bunga raflesia. Tapi bunga semolek ini kenapa baunya busuk? Aduh!' Bekantan ingin marah, namun pada siapa? Bukit seluas itu sudah dijelajahi. Bunga sebanyak itu sudah dilewati. Namun tak satupun 'bunga sempurna' yang bisa memuaskan dirinya. 


Sore menjelang. Bekantan kembali menemui Bagawan Orang Utan. Sambil tertunduk Bekantan terduduk dihadapan sang Begawan. 


Mana bunga yang ku minta? Tanya Begawan Orang Utan. Maaf Begawan, sebenarnya tadi ada yang bagus. Akan tetapi telanjur aku lewatkan. Ku kira di ujung akan ada yang lebih bagus ternyata tidak lebih baik. 


Begitulah Bekantan. Kau lupa bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini. Jika kau memaksa untuk menemukan yang sempurna, kamu akan menyesal kehilangan waktumu. 


Sibuk mencari yang sempurna justru membuatmu kehilangan yang terbaik. 


Tidak ada satupun yang bulat sempurna di dunia ini. Sebab kesempurnaan hanya milik Pencipta dunia yang merwarnai bunga-bunga. Kesempurnaan hanya ada saat kita menerima kekurangan. 



Komentar

Anonim mengatakan…
di dalam cerita tersebut bahwa dalam hidup kita tidak ada yang sempurna
Anonim mengatakan…
Di cerita tersebut bahwa dunia ini Tidak ada yang sempurna Dan setiap seseorang memiliki kekurangan nya masing² .
Menerima kekurangan diri Kita adalah wujud bersyukur kita.
Anonim mengatakan…
mencari kesempurnaan tanpa menerima kekurangan hanya akan membuat kita kecewa dan kehilangan hal-hal berharga
Anonim mengatakan…
jangan pernah menganggap sesuatu harus sempurna karna tidak ada di dunia ini yang sempurna, dan jangan mengejar kesempurnaan sehingga mengabaikan kebaikan yang ditemukan sebelumnya
Anonim mengatakan…
Tidak ada satupun yang bulat sempurna di dunia ini. Sebab kesempurnaan hanya milik Pencipta dunia ini. Kesempurnaan hanya ada saat kita menerima kekurangan.
Anonim mengatakan…
lebih baik menerima dan menghargai kekurangan, karena itu bagian dari realitas kehidupan
Anonim mengatakan…
tidak ada yang sempurna di dunia ini. Jika kau memaksa untuk menemukan yang sempurna, kamu akan menyesal kehilangan waktumu.
Anonim mengatakan…
tidak ada yang sempurna di dunia ini, setiap orang ada kelebihan dan kekurangannya masing-masing jadi kita harus mensyukuri apa yang ada.
Anonim mengatakan…
jaka memaksa untuk menemukan yang sempurna, kamu akan menyesal kehilangan waktumu. Sibuk mencari yang sempurna maka kamu akan kehilangan yang terbaik untuk kamu.
Jayaa mengatakan…
Tidak ada satupun yang sempurna di dunia ini, Sebab kesempurnaan hanya milik Pencipta dunia ini. Kesempurnaan ada saat kita menerima kekurangan dan saling melengkapi satu sama lain.
Anonim mengatakan…
jangan sampai setelah sibuk mengejar ideal jadi tidak menyadari kesempatan baik yang ada didepan mata
Anonim mengatakan…
Jangan jari yang sempurna karna di dunia tidak ada yang sempurna termasuk diri kita sendiri, kita harus belajar menerima kekurangan kelebihan orang lain
Anonim mengatakan…
Kesempurnaan hanya ada saat kita menerima kekurangan
Anonim mengatakan…
di dunia tidak ada yang sempurna termasuk kita sendiri, kita harus belajar menerima kekurangan dan kelebihan terhadap orang lain
Anonim mengatakan…
Di alam semesta ini tidak ada yang sempurna karena sempurna itu di buat bukan di cari ingat semua karena kita punya kekurangan masing-masing
Anonim mengatakan…
Video ini menceritakan tentang seseorang yang merasa sulit menemukan jodoh, meskipun sudah berusaha keras. Ia sering membandingkan dirinya dengan orang lain yang sudah menikah, hingga merasa tidak cukup baik. Namun, di akhir cerita, disampaikan pesan bahwa jodoh akan datang pada waktunya, dan bahwa Allah sudah menyiapkan pasangan yang tepat untuk setiap orang
Anonim mengatakan…
Pengorbanan dan Cinta: Diskusi bisa berfokus pada pengorbanan yang dilakukan oleh tokoh utama demi kebahagiaan orang yang dicintainya. Ini bisa membuka diskusi tentang cinta sejati dan pengorbanan tanpa pamrih.
Anonim mengatakan…
jangan memaksa untuk menemukan yang sempurna, sibuk mencari yang sempurna justru membuatmu kehilangan yang terbaik
Anonim mengatakan…
Cerita ini mungkin mengajarkan tentang kepercayaan pada takdir dan ketentuan Tuhan. Tokoh utama mungkin harus menerima bahwa ada hal-hal yang tidak dapat diubah, dan apa yang terjadi adalah yang terbaik menurut rencana Tuhan.
Anonim mengatakan…
Kemengingatkan bahwa kesempurnaan tidak selalu membawa kebahagiaan. Lebih baik kita belajar menerima dan menghargai kebaikan yang ada, karena dari situlah kebahagiaan yang sebenarnya muncul.
Anonim mengatakan…
tidak ada manusia atau hal yang benar-benar sempurna di dunia ini. Kita harus belajar menerima kekurangan dan mensyukuri apa yang sudah dimiliki. Terlalu mencari kesempurnaan justru bisa membuat kita kehilangan hal baik yang ada di depan mata.
Anonim mengatakan…
kita di kasih tahu tentang tidak ada yg sempurna di dunia ini
jeje mengatakan…
Tidak ada satupun yang bulat sempurna di dunia ini. Sebab kesempurnaan hanya milik Pencipta dunia yang merwarnai bunga-bunga. Kesempurnaan hanya ada saat kita menerima kekurangan.