Orang jawa juga memiliki budaya puasa sendiri. Ada puasa mutih, puasa ngableng, puasa pati geni dan lain sebagainya. Intinya, puasa sudah biasa dilakukan oleh semua bangsa dan sudah dikerjakan sejak jauh di masa lampau.
Namun dari puasa yang dilakukan manusia, ternyata belum seberapa dibandingkan dengan puasa mahluk ciptaan Allah lainnya. Coba tengok cara Puasa Ular, Puasa Ayam dan Puasa Kupu-Kupu. Tiga binatang itu adalah sebagian kecil dari banyaknya mahluk ciptaan Allah yang pantas kita renungkan puasanya.
Ayam puasa? Jawabannya iya. Termasuk unggas lain mulai dari elang sampai pinguin. Kapan unggas berpuasa? Unggas berpuasa saat mereka mengerami telurnya. Ayam puasa selama kurang lebih 22 hari tanpa makan dan tanpa minum. Selama 22 hari itu, ayam hanya 3 atau 4 kali saja berbuka untuk ketahanan tubuhnya. Hasilnya, anak ayam menetas dengan sehat dan generasi ayam berhasil diteruskan pada anak-anak ayam itu.
Ular binatang yang paling unik. Ia tidak berkaki, tetapi faktanya ia mampu berlari secepat mobil. Ular mampu memanjat pohon apapun. Ia mampu berenang dengan gesit. Bahkan beberapa jenis tertentu ada yang bisa 'terbang' karena lompatannya sangat tinggi dan jauh. Dan yang paling ditakuti, ular adalah binatang berbisa yang sangat mematikan.
Ular berusia sangat panjang untuk kalangan binatang. Malahan, ular berumur lebih lama dari manusia. Jika ular tidak dimangsa predator lain, umurnya bisa mencapai ratusan tahun. Mungkin salah satu penyebabnya adalah karena ular ahli puasa. Ular memang memakan binatang lain. Tetapi sekali dia menelan mangsanya dia akan puasa selama 6 sampai 12 bulan. Habat bukan?
Kebanyakan kita jijik dan geli pada ulat. Ulat sering diajuhi karena bentuknya. Selama menjadi ulat, ia dianggap rakus menggerogoti daun. Tapi perlu dingat, ulat hanya makan satu jenis tanaman saja. Berbeda sekali dengan manusia yang makan segala. Nah kapan puasa ulat berlangsung? Ulat berpuasa saat ia berada pada fase kepompong. Metamorfosis merupakan puasa yang sangat berat. Ibarat kita tidak makan tidak minum, tetapi hari harus kerja penuh mengeluarkan energi untuk mengeraskan kulit dan memompa darah saat memecah kerak kepompong menjadi kupu-kupu. Puasa ulat dalam kepompong berlangsung 15 hari. Tanpa makan tanpa minum dan tidak pula berbuka saat magrib tiba. Proses tidak menghianati hasil. Lihatlah, dari ulat yang menjijikan setelah puasa berat itu lahir Kupu-Kupu cantik. Kupu-kupu hanya makan sedikit madu bunga. Sayapnya yang kecil mampu mengangkat tubuhnya untuk terbang setinggi gunung Muria. Bahkan, saat mereka migrasi, sayapnya yang kecil itu mampu terbang melintasi benua.
Eh masih ada lagi yaitu Ngengat. Ngengat merupakan sepupu Kupu-kupu yang terbang di malam hari. Kehebatan ngengat melampaui Kupu-kupu. Beberapa jenis ngengat, setelah keluar dari kepompong ia tidak makan dan minum sampai ajal. Perubahannya dari ulat menjadi Ngengat ternyata hanya untuk mencari pasangan, kawin dan meneruskan keturunan. Setelah kawin, pejantan tewas. Sedangkan betina mati setelah mereka berhasil bertelur.
So, masih berat menjalankan puasa?
Puasa untuk kebaikan kita. Jadi jangan sampai melawatkan ibadah bonus dari Allah SWT.
Salam dan Tetap Semangat!
Sumber gambar: https://www.ekor9.com/wp-content/uploads/2018/04/contoh-hewan-yg-mengalami-metamorfosis-sempurna-adalah.jpg

Komentar
kelas : x-1
Puasa mengajarkan kita untuk bersabar dalam menghadapi kesulitan dan rintangan dalam hidup. Dengan bersabar kita akan memperoleh keberkahan dan pahala: Orang yang sabar dianggap mendapat keberkahan dan pahala dari Tuhan, karena mereka mampu menghadapi ujian dan cobaan dalam hidup dengan penuh keikhlasan dan kepercayaan pada keadilan Tuhan.
Kelas : x-1
dari cerita tersebut kita bisa belajar bahwa dengan kita berpuasa akan mendapatkan banyak manfaat positif bagi diri kita sendiri dan berguna bagi kedepannya salah satunya kesabaran
Puasa mengajarkan kita untuk bersyukur dan bersabar dalam menghadapi segala ujian hidup contohnya adalah seperti ayam, ular, kupu kupu², dll. mereka juga berpuasa seperti halnya manusia bahkan mereka berpuasa hingga beberapa bulan atau minggu namun mereka selalu bersabar karena dalam kesulitan pasti akan ada hal yang lebih nantinya.
X5
puasa mengajarkan kita untuk tetap sabar dalam segala hal. karena saat kita sabar kita akan mudah untuk menghadapi semua masalah yg akan datang
No :20
Kelas:X-5
dari cerita di atas , kita dapat menyimpulkan bahwa setiap agama sebenarnya sama sama melakukan puasa . namun beda cara melaksanakannya pada keyakinan masing masing agama.sama juga halnya dengan hewan . hewan juga melakukan puasa pada setiap hewan.seperti hewan ayam.ayam berpuasa selama 21 hari saat mengerami telurnya agar telurnya menetas dengan normal dan sehat.ular juga melakukan puasa dan bahkan cukup lama.pada satu kali makan saja dia dapat berpuasa selama 6-12 bulan.ulat pun juga , saat dia sedang menjadi kepompong , ia berpuasa selama 15 hari tidak makan dan minum untuk menjadi kupu kupu yang cantik .
Kelas: X-5
Pesan yg dapat kita ambil adalah:
Kita harus ikhlas menjalankan puasa, karena puasa itu adalah sesuatu hal yg membawa berkah bagi kita semua. Seperti yg ada di cerita, hewan ayam, ulat, ular juga berpuasa dan ulat dapat menghasilkan kupu kupu yang cantik karena ia selalu bersabar, puasa juga dapat melatih kita untuk bersabar
Kesimpulan yang dapat saya ambil dari cerita tersebut adalah dengan kita berpuasa akan mendapatkan banyak manfaat positif bagi diri kita sendiri dan berguna bagi kedepannya dan mendapati rasa hormat kepada sang pencipta. Puasa mengajarkan kita untuk melatih kesabaran sehingga seseorang bersikap sabar dan menahan diri dari makan, minum, hubungan seksual dan sebagainya.
X-5
Dari bacaan ini dapat menyimpulkan bahwa sabar adalah kunci untuk sesuatu yg lebih baik,dengan berpuasa juga kita juga mendapat beberapa manfaat tersendiri bagi tubuh kita ,dan dengan puasa kita dapat mengerti tentang sesuatu yaitu rasa syukur karena saat kita tidak berpuasa ada orang yg kelaparan atau haus tapi tidak bisa menghilangkan itu
No: 15
Kelas : X5
Setelah membaca cerita di atas kita diajarkan untuk lebih bersyukur karena puasa yang kita jalani tak seberat puasa yang dialami nenek moyang atau hewan hewan tsb
Absen:13
Kelas :X5
puasa mengajarkan kita disiplin dalam pengendalian diri dari nafsu,emosi dan lisan seperti cerita ayam, kupu-kupu dan ular kita belajar bahwa sesuatu yang kita anggap kurang beruntung dalam hidup kita,kita dapat melihat orang orang yang kurang beruntung dari pada kita
no.absen : 18
kelas : X-5
dari cerita di atas bisa di simpulkan bahwa puasa mengajarkan kita untuk bersabar dalam menghadapi rintangan hidup, seperti halnya cerita kupu kupu, ayam, dan ular tersebut. orang yang sabar akan mendapatkan keberkahan dan pahala dari tuhan, karena mereka bisa menghadapi ujian dan cobaan dalam hidup dengan penuh keikhlasan.
dari cerita di atas bisa di simpulkan bahwa puasa mengajarkan kita untuk bersabar dalam menghadapi rintangan hidup, seperti halnya cerita kupu kupu, ayam, dan ular tersebut. orang yang sabar akan mendapatkan keberkahan dan pahala dari tuhan, karena mereka bisa menghadapi ujian dan cobaan dalam hidup dengan penuh keikhlasan.
No: 13
Kelas: 11.11
Pada cerita tersebut, dapat di ambil bahwa selain manusia hewan pun dapat berpuasa untuk memenuhi dirinya untuk hidup lebih lama. Maka dari itu kita sebagai manusia janganlah selalu mengeluh akan puasa yang lama, hewan pun juga berpuasa lebih lama dan lebih berat dari manusia. Tetap semangat untuk berpuasa bagi yang menjalankan..
Kelas:X1-11/16
Perjuangan, kesabaran, dan pengorbanan memiliki hasil yang berarti. Kesulitan bukan sekadar penderitaan, tetapi proses yang menghasilkan hal yang lebih baik atau bermakna.
Puasa juga terjadi pada hewan seperti ayam, ular, dan kupu-kupu sebagai bagian dari proses hidup, ketahanan, dan perubahan, yang memberi pelajaran tentang kesabaran dan pengendalian diri bagi manusia.
kelas : xi-11
bisa di simpulkan bahwa puasa mengajarkan kita untuk bersabar dalam menghadapi rintangan hidup, seperti halnya cerita kupu kupu, ayam, dan ular tersebut. orang yang sabar akan mendapatkan keberkahan dan pahala dari tuhan, karena mereka bisa menghadapi ujian dan cobaan dalam hidup dengan penuh keikhlasan.
wasisnur.blogspot.com
materi ini menjelaskan bahwa puasa bukan hanya untuk manusia atau umat Islam saja—Hindu, Budha, Nasrani, dan orang Jawa juga memiliki tradisi puasanya. Beberapa hewan juga "berpuasa": ayam selama ~22 hari saat mengerami telur, ular 6-12 bulan setelah makan, dan ulat 15 hari dalam kepompong untuk menjadi kupu-kupu (beberapa ngengat bahkan tidak makan setelah keluar kepompong). Pesannya, puasa membawa kebaikan dan mengajarkan kesabaran.
Janganlah memandang rendah orang lain karena penampilannya, karena di atas langit masih ada langit. Kesombongan hanya akan menjerumuskan kita pada kelalaian yang membahayakan diri sendiri
kls:XI-11
Proses puasa pada hewan itu penting untuk hidup dan perubahan mereka — Puasa hewan-hewan tersebut membantu mereka berkembang biak atau berubah bentuk (misalnya ulat menjadi kupu-kupu) sehingga menunjukkan bahwa menahan diri dari makan/minum bisa memiliki tujuan biologis yang penting.
Puasa melatih kita menjadi pribadi yang sabar, kuat, dan tidak mudah mengeluh
Kita harus ikhlas menjalankan puasa, karena puasa itu adalah sesuatu hal yg membawa berkah bagi kita semua. Seperti yg ada di cerita, hewan ayam, ulat, ular juga berpuasa dan ulat dapat menghasilkan kupu kupu yang cantik karena ia selalu bersabar, puasa juga dapat melatih kita untuk bersabar
Puasa digambarkan bukan sebagai beban, tetapi sebagai cara Allah “melatih” makhluk-Nya agar kuat, fokus pada tujuan, dan tidak dikuasai nafsu. Manusia yang berpuasa seharusnya juga naik kelas—secara mental, spiritual, dan moral.
Ular berpuasa untuk bertahan hidup lebih lama dan memperkuat dirinya. Ini menyiratkan bahwa puasa bukan sekadar ritual agama, tetapi juga kebutuhan biologis dan mental untuk menjaga kesehatan serta umur panjang.
cerita ini menjelaskan bahwa puasa juga terjadi pada makhluk hidup seperti ayam, ular, dan ulat. Dari hal tersebut kita belajar bahwa puasa melatih kesabaran, ketahanan, dan proses menuju perubahan yang lebih baik. Sesuatu yang baik sering kali membutuhkan perjuangan dan pengorbanan terlebih dahulu.
no:36
kls : XI.10
Cerita ini menekankan bahwa puasa bukan hanya ritual manusia, tetapi juga ditemukan dalam kehidupan berbagai makhluk hidup. Dengan membandingkan puasa manusia dan puasa pada hewan, penulis mengajak pembaca untuk menyadari bahwa puasa bisa mengandung makna kesabaran dan ketahanan hidup.
26/XI-10
Puasa melatih kesabaran dan pengendalian diri. Seperti ulat yang berpuasa hingga menjadi kupu-kupu, proses yang dijalani dengan sabar akan menghasilkan perubahan dan kebaikan di akhir.
No absen : 04
Kelas: XI-10
cerita ini menceritakan bahwa setiap makhluk hidup harus melalui proses menahan diri dan bersabar untuk mencapai tujuan yang lebih baik. Dari situ tersirat pesan bahwa pengendalian diri dan ketekunan merupakan bagian penting dalam pertumbuhan dan perubahan hidup.
kelas : XI-10
absen : 9
Cerita “Kupu-kupu, ayam, dan ular” mengajarkan bahwa bukan hanya manusia, tetapi hewan juga “berpuasa” atau menahan diri demi tujuan tertentu. Ayam berpuasa saat mengerami telur, ular bisa tidak makan lama setelah makan besar, dan ulat berhenti makan saat menjadi kepompong hingga berubah menjadi kupu-kupu. Pesan moralnya adalah kesabaran, pengorbanan, dan proses sulit dapat membawa hasil yang baik.
No :12
Kelas : XI-10
Cerita ini bukan hanya tentang makhluk hidup yang mampu “puasa”, tetapi juga tentang bagaimana sikap sabar, ketekunan, dan pengendalian diri dapat membawa hasil yang baik dalam hidup — sama seperti proses transformasi ulat menjadi kupu-kupu.
XI-10/29
Puasa merupakan bagian dari proses alami makhluk hidup untuk bertahan hidup, berkembang, dan menghasilkan keturunan. Hal ini menunjukkan bahwa puasa bukan hanya kewajiban manusia, tetapi juga bagian dari siklus kehidupan.
kelas : XI-10
absen : 34
Cerita seperti ini sering mengajarkan tentang perbedaan sifat makhluk, hubungan antar individu, kepercayaan, atau resiko mengikuti naluri tanpa berpikir panjang.
Puasa adalah bagian alami dari kehidupan, bukan hanya ritual agama. Hewan berpuasa untuk pertumbuhan, transformasi, dan kelangsungan hidup. Kita bisa belajar untuk tidak merasa terbebani oleh puasa, tetapi melihatnya sebagai kesempatan untuk merenung, berubah, dan tumbuh.