Mangga besar sebenarnya tidak keberatan, menghibahkan salah satu rantingnya untuk Benalu. Ia ikhlas berbagi sari tumbuhan dengan Benalu. Walaupun untuk mendapatkan sari tumbuhan Mangga Besar harus bekerja keras. Meramu air dan mineral dari dalam tanah, mengangkutnya melalui pembuluh kayu. Orang bilang pembuluh kayu disebut xylem.
Lalu mangga besar harus memasaknya melalui daun. Kemudian mengedarkan ke seluruh pohon melalui pembuluh tapis atau floem di dalam kambiumnya yang keras.
Mangga besar sangat baik. Ia relakan kayunya ditusuk Benalu. Walau kadang ia merasa gatal dan perih, Mangga Besar tidak mengeluh. Ia menerima dengan ramah 'keluarga baru' nya yang bernama Benalu. Ia beranggapan dengan adanya benalu di cabangnya maka ia tidak kesepian. Ada teman ngobrol dan berbagi cerita.
Tidak hanya itu, dalam pikiran Mangga Besar, kehadiran Benalu menjadikan burung dan kupu-kupu lebih banyak mampir ke tempat mereka.
Namun, kebaikan Mangga Besar terkadang tidak berbalas dengan kebaikan pula. Benalu semakin rakus. Benalu menghisap sari tumbuhan inangnya tanpa ampun.
Cabang dan ranting Benalu tumbuh tak teratur menyebar tak tentu arah. Sebagian ranting itu seperti cakar mengerikan yang kini membuat burung-burung enggan untuk singgah. Sementara itu, dahan tempat ia menempel terlihat kurus, kering dan mengecil.
Sampai akhirnya angin datang tanpa permisi. Daun-daun mangga besar dan benalu mengepak karena hembusannya. Hingga, Benalu yang tidak tahu malu lepas. Benalu terhempas bersama dahan kurus yang sudha lemah. Terhempas oleh kibasan angin. Dahan Mangga Besar yang rapuh, tidak mampu lagi menopang Benalu.
Benalu merengek ingin kembali ke dahan. Akan tetapi Mangga besar tidak bisa mengangkatnya ke atas. Sebab Mangga Besar tidak mau melanggar hukum alam: yang sudah terlepas, biarkan dia pergi.
Hubungan Benalu dan Mangga Besar menggambarkan hubungan toksik. Hubungan beracun yang merugikan salah satu pihak. Jalan terbaik adalah biarkan Benalu pergi. Atau jangan biarkan Benalu menguasai.


Komentar
Benalu memanfaatkan kebaikan Mangga Besar secara berlebihan hingga menjadi rakus dan merugikan inangnya.
Rida Galeh ( 22)
Mangga Besar melambangkan sosok yang sangat tulus dan murah hati. Namun, kebaikan yang tanpa batas terkadang bisa membuat diri sendiri hancur. Pesannya adalah: Boleh membantu orang lain, tetapi jangan sampai membiarkan diri kita habis atau rusak karena eksploitasi orang tersebut.
Danendra crystal j ( 10)
Mangga besar awalnya baik dan menerima benalu, tetapi karena tidak ada batas, benalu menjadi rakus. Ini menggambarkan bahwa kebaikan yang tak berimbang pada akhirnya bisa membawa kerugian jika tidak disertai batasan