Rambut Tidak Mempengaruhi Kecerdasan

 Mengapa sekolah umum melarang murid mengecat rambutnya? Bukankah rambut dicat tidak berhubungan dengan otak bodoh atau pintar? Mengapa murid harus berseragam? Bukankah berpakaian warna-warni tanpa aturan membuat siswa bebas berekspresi? 

Pertanyaan ini muncul setelah seorang murid pulang dari Australia. Ia melihat sekolah dia Australia murid di sana bebas. Berpakaian bebas. Rambut boleh dicat. Bahkan murid cowok boleh berambut panjang. 

Tujuan pendidikan adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (UU No. 20 Tahun 2003).

Lihat, salah satu yang dibentuk adalah murid yang mampu menjadi warga negara yang bertanggung jawab. Menjadi warga negara itu mau tidak mau selepas lulus sekolah murid akan menjadi warga yang bisa diterima oleh masyarakat. Masyarakat akan menerima kehadiran warga yang wajar dalam berpenampilan, berperilaku dan bertindak. 

Jika hal ini tidak dibiasakan melalui aturan sekolah berupa cara berpakaian, rambut dan penampilan, kita akan sulit diterima masyarakat. 




Komentar

Anonim mengatakan…
Pesan yang saya dapat dari blog tersebut adalah bahwa penampilan fisik, seperti model atau panjang rambut, tidak menentukan tingkat kecerdasan seseorang. Kecerdasan dinilai dari sikap, cara berpikir, dan usaha dalam belajar, bukan dari tampilan luar. Oleh karena itu, kita tidak boleh mudah menilai orang hanya dari penampilannya dan harus saling menghargai satu sama lain.
Naufal Faiq faiq faiq mengatakan…
Pesan yang dapat diambil adalah kita tidak boleh menilai orang dari penampilan luar saja, termasuk model rambut. Setiap orang memiliki kemampuan dan potensi masing-masing yang tidak bisa dilihat hanya dari fisik. Kita harus saling menghargai, tidak membeda-bedakan, dan lebih fokus pada kemampuan serta sikap seseorang daripada penampilannya.
Anonim mengatakan…
Rambut tidak mempengaruhi kecerdasan seseorang. Kepintaran dilihat dari cara berpikir, sikap, dan usaha dalam belajar, bukan dari penampilan luar. Karena itu, kita tidak boleh menilai orang hanya dari gaya rambut atau penampilannya.
Anonim mengatakan…
Pesan dari blog tersebut adalah jangan menilai orang dari penampilannya saja, karena setiap orang punya kemampuan dan potensi masing-masing.
Anita Damayanti mengatakan…
menurut saya, pesan tersirat dari blog tersebut adalah aturan sekolah tentang rambut, pakaian, dan penampilan dibuat bukan untuk membatasi kecerdasan atau kebebasan siswa, tetapi untuk melatih kedisiplinan dan tanggung jawab agar siswa dapat diterima dengan baik di masyarakat. penampilan memang tidak menentukan pintar atau bodohnya seseorang, tetapi sikap dan kepatuhan terhadap aturan juga penting dalam kehidupan bermasyarakat
Anonim mengatakan…
Penampilan seperti rambut tidak menentukan kecerdasan seseorang. Yang penting adalah cara berpikir, sikap, dan usaha dalam belajar.
alif mengatakan…
Pesan dari blog tersebut adalah rambut tidak memengaruhi kecerdasan seseorang. Kecerdasan ditentukan oleh cara berpikir, sikap, dan usaha belajar. Karena itu, kita tidak boleh menilai orang hanya dari penampilannya, tetapi harus saling menghargai satu sama lain.
Naufal Faiq mengatakan…
Pesan yang dapat diambil adalah kita tidak boleh menilai orang dari penampilan luar saja, termasuk model rambut. Setiap orang memiliki kemampuan dan potensi masing-masing yang tidak bisa dilihat hanya dari fisik. Kita harus saling menghargai, tidak membeda-bedakan, dan lebih fokus pada kemampuan serta sikap seseorang daripada penampilannya.
Anonim mengatakan…
Pesan tersirat dari teks tersebut adalah bahwa aturan sekolah seperti seragam, larangan mengecat rambut, dan aturan penampilan dibuat bukan untuk membatasi kecerdasan atau kebebasan siswa, tetapi untuk membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan menyesuaikan diri dengan norma masyarakat.
Anonim mengatakan…
Kecerdasan seseorang ditentukan oleh pola pikir dan kemauan belajar, bukan dari gaya atau panjang rambutnya. Penampilan fisik tidak menjadi tolok ukur kemampuan intelektual seseorang, jadi fokuslah pada pengembangan diri, bukan sekadar penampilan luar.
Anonim mengatakan…

Aturan sekolah soal rambut dan pakaian tidak berhubungan dengan kecerdasan. Tujuannya untuk membiasakan siswa berpenampilan wajar, agar kelak bisa diterima dan beradaptasi di masyarakat, sesuai tujuan pendidikan membentuk warga negara yang bertanggung jawab.
Anonim mengatakan…
Rambut tak pengaruhi kecerdasan. Aturan sekolah soal rambut/seragam melatih disiplin, penampilan wajar, agar siswa jadi warga bertanggung jawab dan diterima masyarakat. Sekolah luar negeri lebih bebas, tapi aturan kita sesuai norma budaya.